peduli, berbagi info ini:

Air bersih merupakan kebutuhan primer bagi manusia. Penggunaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari seperti minum, mencuci, dan memasak, berhubungan sangat erat dengan kesehatan. Namun di beberapa daerah, air bersih sulit untuk didapat. Entah karena memang tidak ada air, ataupun ada sumber air tetapi sudah tercemar bahan berbahaya. Hal ini dapat menimbulkan penyakit dari air tidak bersih. Nah, apa sajakah penyakit tersebut? Mari kita simak penjelasan mengenai penyakit tersebut dan cara pencegahannya.

  1. Hepatitis A

Hepatitis merupakan infeksi pada organ hati yang disebabkan oleh virus. Penyakit hepatitis terdiri dari beberapa tipe, yaitu tipe A, B, C, D dan E. Masing-masing tipe disebabkan oleh virus yang berbeda. Untuk hepatitis tipe A, penyebaran virusnya melalui fecal-oral, artinya virus yang terkandung dalam feses alias tinja penderita hepatitis dapat ditularkan melalui mulut apabila tidak sengaja tertelan. Misalnya saja apabila tinja tersebut mengontaminasi sumber air, penderita tidak cuci tangan setelah BAB, atau penggunaan alat makan yang tidak bersih di pedagang kaki lima. Maka adanya sumber air bersih dan sanitasi yang baik menjadi penting dalam pencegahan penyakit hepatitis A.

Gejala yang muncul pada penderita hepatitis A, antara lain demam, mata dan kulit terlihat kuning, lemas, nafsu makan turun, warna urine seperti teh, juga mual dan muntah. Gejala biasanya akan hilang alias sembuh sendiri setelah beberapa hari. Apabila periksa ke dokter, kemungkinan Anda akan diberikan obat yang menurunkan gejala seperti antidemam atau antimuntah. Selama masa pengobatan,  penderita perlu beristirahat total dan mendapat asupan nutrisi yang cukup.

  1. Diare

Diare menjadi penyakit dari air tidak bersih yang paling sering terjadi di masyarakat, terutama pada daerah dengan sanitasi yang buruk. Diare bisa disebabkan oleh virus ataupun bakteri dan parasit yang terbawa oleh air kotor. Gejala yang dialami biasanya buang air besar (BAB) cair lebih dari 3 kali sehari, mual, muntah dan terasa lemas. Kadang-kadang dapat terjadi demam ataupun BAB disertai lendir darah. Bila muncul gejala tersebut, kemungkinan penyebabnya adalah bakteri (disentri).

Meskipun terlihat sepele, penyakit diare bisa berbahaya bahkan hingga menimbulkan kematian apabila terjadi dehidrasi atau kekurangan cairan berlebih pada penderita. Hal ini terutama terjadi pada anak-anak dan lansia. Selama diare, sebaiknya penderita jangan dipuasakan dan tetap diberi cairan yang cukup. Bisa juga diberikan oralit atau larutan gula garam untuk membantu rehidrasi. Apabila terjadi tanda bahaya pada anak seperti terlihat lemas, mengantuk, tidak mau minum, mata terlihat cekung, segera bawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

  1. Infeksi Kulit

Air yang tidak bersih bisa mengandung berbagai jenis bakteri, mikroba ataupun parasit berbahaya di dalamnya. Apabila air ini dipakai untuk membersihkan badan dan menempel di kulit, bisa menimbulkan infeksi mulai dari yang ringan hingga berat. Gejala yang dialami biasanya adalah gatal-gatal di kulit. Untuk mengatasinya, perlu diketahui terlebih dahulu apa penyebab infeksi kulit tersebut.

Apabila jarang mandi karena ketiadaan air bersih, biasanya akan menyebabkan tubuh berkeringat dan lembap sehingga tumbuh jamur. Infeksi kulit karena jamur terasa sangat gatal dan bisa menyebar serta menular ke orang lain. Untuk mencegahnya, bisa dengan sering mengganti baju yang basah dan rajin mandi.

Selain karena jamur, infeksi kulit karena bakteri dan parasit lain juga menimbulkan gatal-gatal. Mungkin awalnya hanya gatal yang kecil tanpa ada luka. Namun, akibat gatal yang tak tertahankan, biasanya penderita akan sering menggaruknya dan menyebabkan luka berubah menjadi koreng yang besar.

  1. Keracunan Logam Berat

Di daerah industri atau perkotaan, kebanyakan sumber air telah terkontaminasi zat kimia berbahaya dari limbah pabrik seperti timbal, merkuri, kobalt, kadmium, dan lain-lain. Keberadaan zat-zat tersebut dalam konsentrasi tinggi di sumber air yang dipakai masyarakat, dapat membuatnya tertelan melalui makanan dan mengendap di dalam tubuh. Dalam jangka pendek bisa menyebabkan diare dan tubuh terasa lemas. Apabila zat-zat tersebut mengendap dalam jangka panjang, tentunya akan sangat berbahaya bagi tubuh.

Pada wanita hamil, keracunan timbal (Pb) dapat menyebabkan kelahiran prematur bahkan keguguran. Bila mengenai anak-anak dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan keterbatasan mental. Demikian juga dengan keracunan merkuri atau raksa (Hg), pada orang dewasa dapat menimbulkan kerusakan ginjal, saraf dan jantung apabila terpapar dalam waktu lama.

Selain limbah industri, sumber pencemaran logam juga bisa berasal dari polusi udara, produk logam seperti makanan kaleng, dan penggunaan pestisida berlebihan. Untuk meminimalkan masuknya logam berat ke dalam tubuh, bisa dilakukan dengan cara mencuci dan mengolah makanan dengan benar. Bisa juga menghindari membungkus makanan dengan bahan berbahaya seperti stirofoam atau koran bekas untuk gorengan.

  1. Demam Tifoid

Demam tifoid atau yang biasa disebut tifus disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang banyak mencemari air kotor. Apabila tertelan, bakteri ini akan membuat sarang di usus. Gejala yang dialami penderita biasanya adalah demam tinggi lebih dari satu minggu, nyeri kepala, gangguan pencernaan seperti konstipasi atau diare dan mual-muntah. Untuk pengobatannya, penderita akan diminta beristirahat total dan diberikan antibiotik oleh dokter. Tifus membutuhkan waktu pemulihan yang lama. Perlu diwaspadai juga adanya komplikasi yang lebih berat apabila bakteri tifus mengenai organ-organ penting seperti hati, paru-paru, dan otak.

  1. Malaria

Penyakit malaria ditularkan oleh nyamuk Anopheles sp. yang suka berkembang biak di air kotor, seperti sungai yang kotor, parit, atau rawa-rawa. Hal ini berbeda dengan nyamuk penyebab demam berdarah (Aedes aegypti) yang berkembang biak di air bersih. Apabila nyamuk Anopheles menggigit penderita, parasit malaria yang disebut Plasmodium sp. Akan masuk ke peredaran darah dan berkembang biak di dalam tubuh manusia. Parasit inilah yang menimbulkan gejala seperti demam, badan menggigil dan tubuh berkeringat banyak. Bila gejalanya parah, bisa terjadi napas cepat, anemia, gagal ginjal, hingga menyebabkan kematian.

Untuk mencegah penyakit dari air tidak bersih yang satu ini, sebaiknya bersihkan lingkungan sekitar agar tidak ada air yang menggenang. Selain itu, gunakan juga kelambu atau obat antinyamuk di rumah. Apabila akan pergi ke daerah endemic malaria, bisa meminum obat pencegah (profilaksis) malaria sebelum berangkat.

Demikianlah penjelasan mengenai 6 penyakit dari air tidak bersih yang bisa terjadi di sekitar kita. Kebersihan lingkungan dan sanitasi memang sangat penting untuk mencegah berbagai penyakit. Namun demikian, ada saudara-saudara kita di luar sana yang kesulitan mendapat air bersih. Entah itu karena daerah yang memang sulit air, ataupun karena ketiadaan sarana prasarana untuk membuat instalasi air. Hal ini tentu akan berpengaruh pada aktivitas mereka sehari-hari.

Karena itu, kami mengajak Anda menyalurkan donasi untuk penyediaan air bersih di daerah yang kekurangan melalui komunitas Sedekah Air. Anda bisa mengakses laman http://sedekahair.org/donasi/ untuk informasi lebih lanjut. Anda juga dapat mengusulkan tempat untuk pemasangan instalasi air di laman http://sedekahair.org/usulkan/ ataupun bergabung menjadi relawan bersama kami di http://sedekahair.org/gabung/. Sekecil apa pun bantuan Anda, akan sangat berarti bagi mereka yang yang membutuhkan.

 

*Artikel ini merupakan sumbangan dari perusahaan desain Mehibi.
Untuk kontribusi tulisan/artikel, klik tautan berikut: http://sedekahair.org/sedekah-konten/
Untuk kontribusi dalam bentuk lain, hubungi email berikut [email protected]

peduli, berbagi info ini:
ArabicEnglishFrenchIndonesianSpanish
WhatsApp Hubungi kami